Dengan begitu, menjaga diri bukan hanya dilakukan ketika sedang sakit, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mencegah masalah kesehatan.
Menjaga kesehatan juga berarti memahami kondisi tubuh sendiri. Misalnya, seseorang dapat memantau tekanan darah atau kadar gula darah sesuai kebutuhan dan anjuran tenaga kesehatan.
WHO menyebut pendekatan ini dapat meningkatkan kemandirian dan kemampuan seseorang dalam mengelola kesehatannya. Namun, tindakan mandiri tetap harus dilakukan dengan informasi yang tepat dan tidak menggantikan bantuan dokter atau tenaga kesehatan ketika diperlukan.
3. Memberi waktu untuk menjaga kesehatan mental
Menjaga diri tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik. Memberikan waktu untuk beristirahat, melakukan hobi, menjaga hubungan dengan orang terdekat, dan mengatur aktivitas agar tidak terlalu melelahkan juga penting untuk kesejahteraan secara keseluruhan.
Namun, praktik tersebut bukan berarti semua masalah mental dapat diselesaikan sendiri. Jika seseorang mengalami kondisi yang membutuhkan penanganan, bantuan tenaga profesional tetap diperlukan. WHO menegaskan bahwa praktik perawatan diri berfungsi sebagai pelengkap layanan kesehatan, bukan penggantinya.