Farhan pun mengklaim janji politik ini lebih terinspirasi dari Bupati Bojonegoro era Suyoto. Namun rencananya, 'Sidang Jumaahan' bakal dimodifikasi dengan berkeliling ke berbagai wilayah.
"Bukan Pak Ahok, saya meniru Kang Yoto di Bojonegoro. Kalau itu bentuk variasinya aja, kalau Kang Yoto kan dipusatkan di pendopo. Nah, kalau nanti saya mungkin akan keliling," ujarnya.
Permasalahan yang diadukan pun menurut Farhan bakal dikurasi oleh timnya. Saat ditanya, Farhan membantah janji politik ini belum bisa dijalankan, namun diganti sementara oleh program Siskamling Siaga Bencana.
"Nanti (masalahnya) akan ada yang mengkurasi dari tim. Misalnya kita mau ngomongin soal sampah, kita akan datang ke satu titik di mana di situ ada permasalahan sampah yang harus diselesaikan. Atau sekarang masalah infrastruktur. Nah, kita akan ngumpulin di sebelah sana. Jadi, setiap minggu ada temanya," katanya.
"Jadi bukan di-pending. Saya cover dulu dengan program Siskamling Siaga Bencana keliling di 151 kelurahan. Sejauh ini saya baru 100 kelurahan, masih ada 51 kelurahan lagi yang harus saya selesaikan," pungkasnya.