Jaringan 5G memungkinkan melakukan video call, live streaming liburan, atau mengunggah foto dan video berukuran besar ke media sosial secara instan. Untuk live streaming, diperlukan kombinasi download, upload, latensi rendah, dan koneksi stabil. Pada tahap pertama peluncuran 5G Telkomsel secara komersial, secara teori sinyal 5G bisa memberikan kecepatan download hingga 400 Mbps untuk Orbit dan hingga 750 Mbps untuk mobile. Namun, rata-rata pengalaman download bisa mencapai kecepatan hingga 100 Mbps - 250 Mbps, tergantung pada kualitas sinyal, kapabilitas perangkat 5G yang digunakan, dan kepadatan pelanggan 5G di lokasi tersebut. Sejalan dengan slogan 'Dekatnya Nyata, Pintarnya Terasa' yang dimiliki Telkomsel, jaringan 5G Telkomsel memudahkan komunikasi real-time. Dengan keunggulan latensi super rendah (ultra-low latency) 5G, interaksi jarak jauh melalui video call kualitas tinggi, virtual event, hingga teknologi Augmented/Virtual Reality dapat terasa seperti interaksi tatap muka oleh pengguna. Dalam skala bisnis dan industri, keberadaan 5G terasa nyata dalam mendukung otomatisasi pabrik (smart factory), operasional tambang cerdas (smart mining), hingga sistem logistik berbasis data real-time.

1. Negara mana saja yang bisa pakai 5G Telkomsel?

Telkomsel terus memperluas jangkauan dan kualitas RoaMAX hingga kini tersedia di lebih dari 200 destinasi internasional dengan mitra operator terbaik di tiap negara. Pelanggan bisa menikmati kecepatan internet hingga 100 Mbps dengan 5G di 20 negara dan layanan VoLTE di 25 negara untuk panggilan suara berkualitas tanpa memutus koneksi internet. Apakah penggunaan jaringan 5G membuat konsumsi baterai smartphone jadi lebih boros? Rupanya, konsumsi baterai tidak dipengaruhi terhadap jenis jaringan yang didapat (3G/4G/5G) tapi kualitas jaringan di lokasi pelanggan dan aktivitas penggunaan smartphone.

2. Di area mana saja jangkauan 5G Telkomsel?