Akibat banjir ini, rumah-rumah roboh, jembatan logam hanyut, dan mobil mengapung. Saksi mata juga menyatakan air menelan sebuah desa.
Dosen geologi teknik Universitas Sikkim India yang berbatasan dengan Nepal, Vikram Gupta, menyebut sebagian besar ujung gletser yang memicu peristiwa tersebut turut membawa sejumlah besar batuan dan sedimen.
Hal tersebut dikonfirmasi penyintas banjir bandang Nepal, Keshav Prasad Baral (68) yang masih dirawat di rumah sakit. Ia menuturkan, semburan lumpur besar datang langsung ke arahnya dan menjadi semakin tinggi.
Saat melihat semburan lumpur memasuki rumahnya, ia coba meraih tangan istrinya dan membawanya ke teras. Namun, istri Baral tersapu oleh lumpur. Baral sendiri baru dievakuasi dengan helikopter empat jam kemudian.
"Istri saya masih berada di suatu tempat di bawah lumpur," ucapnya, "Dia sudah tiada."