Jika seseorang ingin mengetahui gambaran umum kondisi kesehatannya, konsultasi dan pemeriksaan berkala dapat menjadi langkah awal. Dokter kemudian dapat menentukan apakah diperlukan tes laboratorium, pemeriksaan fisik tambahan, atau skrining penyakit tertentu.
Sementara itu, seseorang yang tidak memiliki keluhan tetap perlu memperhatikan rekomendasi skrining berdasarkan usia dan faktor risikonya. Tidak semua penyakit menunjukkan gejala pada tahap awal sehingga pemeriksaan terarah dapat membantu menemukan kemungkinan masalah kesehatan lebih dini.
Meski demikian, menjalani sebanyak mungkin pemeriksaan bukan berarti selalu lebih baik. Skrining yang tidak sesuai indikasi dapat menghasilkan temuan positif palsu, yaitu hasil yang mengindikasikan kemungkinan penyakit meskipun seseorang sebenarnya tidak mengalaminya.
Kondisi tersebut dapat memicu kecemasan dan pemeriksaan tambahan yang belum tentu diperlukan. Karena itu, pemilihan tes sebaiknya didasarkan pada bukti ilmiah dan konsultasi dengan tenaga medis.
5. Kapan sebaiknya melakukan medical check up dan skrining?
Tidak ada satu jadwal pemeriksaan yang berlaku untuk semua orang. Frekuensi dan jenis pemeriksaan perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing.
Beberapa hal yang dapat menjadi pertimbangan antara lain:
- Usia: kebutuhan skrining dapat berubah seiring bertambahnya usia.- Riwayat penyakit keluarga: riwayat penyakit tertentu dapat meningkatkan risiko sehingga pemeriksaan mungkin perlu dilakukan lebih awal.- Pola hidup: kebiasaan merokok, kurang aktivitas fisik, pola makan, dan konsumsi alkohol dapat menjadi pertimbangan dalam penilaian risiko.- Kondisi kesehatan: orang dengan penyakit kronis membutuhkan pemantauan sesuai arahan dokter.- Keluhan yang muncul: jika mengalami gejala seperti nyeri berkepanjangan, penurunan berat badan tanpa sebab, atau mudah lelah secara tidak biasa, sebaiknya berkonsultasi untuk pemeriksaan diagnostik, bukan hanya mengandalkan skrining.
Pemeriksaan kesehatan tahunan juga tidak otomatis mengharuskan seseorang menjalani seluruh tes darah, pemindaian, atau pemeriksaan organ. Sebuah tinjauan ilmiah yang diterbitkan dalam jurnal JAMA pada 2021 membahas bahwa manfaat pemeriksaan kesehatan umum perlu dilihat berdasarkan jenis pemeriksaan dan kebutuhan pasien. Pemeriksaan yang tidak terarah berisiko menimbulkan tes lanjutan yang tidak diperlukan.
Medical check up dan skrining kesehatan memiliki tujuan yang saling berkaitan, tetapi tidak sepenuhnya sama. MCU memberikan gambaran kondisi kesehatan seseorang melalui pemeriksaan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan, sedangkan skrining berfokus pada deteksi dini penyakit atau faktor risiko pada orang yang belum menunjukkan gejala.
Keduanya dapat membantu seseorang mengambil langkah pencegahan dan memperoleh penanganan lebih tepat. Namun, jenis pemeriksaan sebaiknya tidak dipilih hanya berdasarkan banyaknya tes atau paket yang ditawarkan.
Berkonsultasi dengan dokter menjadi langkah penting untuk menentukan pemeriksaan yang sesuai dengan usia, riwayat kesehatan, dan faktor risiko. Dengan begitu, pemeriksaan kesehatan dapat memberikan manfaat tanpa menimbulkan tes tambahan yang sebenarnya tidak diperlukan.