Ajang Asian Games memang jadi pembeda, bahkan bila dibandingkan tahun Olimpiade. Pasalnya bila Olimpiade digelar, Kejuaraan Dunia Badminton ditiadakan sehingga status poin maksimalnya bakal serupa, tidak seperti saat tahun digelarnya Asian Games.
Kehadiran Asian Games yang punya poin setara turnamen Super 1000 membuat di tahun 2026 ada enam turnamen bergaransi poin 12 ribu. Selain Kejuaraan Asia, empat lainnya adalah Malaysia Open, All England, Indonesia Open, dan China Open.
Di momen inilah, An Se Young punya 'celah'. Ia 'hanya' jadi runner up All England 2026 dan tidak bisa mendapat poin maksimal 12 ribu. Artinya, ada satu poin maksimal dari Super 1000 yang tidak didapat oleh An Se Young.
Kesempatan An Se Young untuk menembus poin maksimal versi dirinya akan terbuka hingga Maret mendatang. Bila ia memenangkan All England 2027, An Se Young punya kansΒ mencapai poin maksimal dalam ranking BWF.
Tetapi bukan hanya All England 2027 yang harus dimenangkan. Sebelumnya, An Se Young harus mempertahankan gelar juara di BWF World Tour Finals 2026 dan Malaysia Open 2027. Dengan demikian, An Se Young masih mempertahankan poin maksimal yang ia dapat di edisi sebelumnya dan tak kehilangan poin.