NADIKABAR.COM — Survei Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) mengungkap mayoritas ekonom menilai kondisi ekonomi Indonesia memburuk dibandingkan tiga bulan sebelumnya.
"Sebanyak 33 dari 63 ahli (52 persen) menilai kondisi ekonomi Indonesia saat ini memburuk dibandingkan tiga bulan lalu," tulis LPEM FEB UI dalam laporan Survei Ahli Ekonomi Semester II 2026.
Dari jumlah tersebut, 29 ahli atau 46 persen menilai kondisi ekonomi lebih buruk, sedangkan empat ahli atau 6 persen menilai kondisinya jauh lebih buruk.
Sementara itu, 25 ahli atau 40 persen menilai kondisi ekonomi tidak berubah dan lima ahli atau 8 persen menilai membaik. Tidak ada ahli yang menilai kondisi ekonomi jauh lebih baik.
LPEM FEB UI mencatat rata-rata penilaian terhadap kondisi ekonomi saat ini sebesar minus 0,51, dibandingkan minus 0,39 pada survei Semester I 2026. Namun, perbedaan tersebut tidak signifikan secara statistik.
Tekanan inflasi juga menjadi perhatian mayoritas ekonom yang menjadi responden survei.
"Sebanyak 49 dari 63 ahli (78 persen) menilai tekanan inflasi terhadap perekonomian Indonesia saat ini tinggi," ujar lembaga tersebut.
Dari jumlah tersebut, 44 ahli atau 70 persen menilai tekanan inflasi tinggi dan lima ahli atau 8 persen menilai sangat tinggi. Sebanyak 13 ahli atau 21 persen menilai netral, sedangkan satu ahli atau 2 persen menilai tekanan inflasi rendah. Tidak ada responden yang menilai tekanan inflasi sangat rendah.