Siklus pertama adalah incubation atau inkubasi. Pada siklus pertama, dapur magma cenderung masih berada di kedalaman yang lebih dalam.

Seiring dengan pertumbuhannya, akan muncul poket-poket dapur magma di kedalaman dangkal. Ketika sudah sampai tahap ini, gunung api memasuki tahap maturation (pematangan), di mana poket-poket dapur magma di kedalaman dangkal membentuk 'reservoir' atau tempat penyimpanan yang lebih besar.

"Sehingga banyak di gunung api yang lain memang ditemukan pada fase menjelang caldera forming eruption, ditemukan dapur magma atau reservoir di kedalaman yang dangkal," paparnya.

Ketiga, gunung api beranjak ke tahap fermentation atau fermentasi hingga akhirnya letusan terjadi. Usai meletus, gunung api akan melakukan recovery dan memungkinkan timbulnya gunung api baru dari sisa caldera forming eruption sebelumnya.

Untuk mengetahui di mana fase GAK, studi memeriksa 16 sampel bantuan. Seluruh sampel batuan ini berasal dari tiga periode, dari Old Krakatau, Young Krakatau, dan GAK.

Sampel yang ada kemudian dianalisisi dengan beberapa metode, seperti petrografi, geokimia batuan, kimia mineral dan gelas, tekstur mineral magnetif, dan sifat kemagnetan batuan.

Hasilnya, disampaikan bila dari segi mineralogi sampel dari ketiga fase krakatau ini mirip. Tetapi, GAK memiliki satu jenis mineral yang berbeda, yakni olivine (mineral yang membentuk sebagaian besar mantel atas Bumi).

"Nah ini mengindikasikan bahwa memang magma anak (GAK) itu relatif berbeda dengan young Krakatau dan old Krakatau," jelas Aditya.