Perbedaan juga terlihat dari segi karakteristik magma tim redaksi old krakatau, young karakatau, dan GAK. Dari data yang ada, Aditya dan tim akhirnya bisa mengindikasikan kedalaman dapur magma di GAK.

GAK memiliki tekanan 185-665 Mpa dengan kedalaman dapur magma bervariasi yakni 7,4-26,6 km. Tekanan dan kedalaman ini jauh berbda dengan old Krakatau (14-72 MPa, kedalaman 0,6-2,9 km) dan young krakatau (26-84 MPa, kedalaman 1,1-3,4 km).

Kondisi ini menurut Aditya merupakan ciri khas dari fase incubation, fase awal menuju caldera forming eruption.

Secara singkat, jawaban pertanyaan tersebut adalah iya. Akan tetapi, Aditya menegaskan hal tersebut mungkin tidak terjadi dalam waktu dekat karena GAK masih dalam fase awal pertumbuhan.

Berdasarkan pemantauan krakteristik magma, GAK diperkirakan masih pada fase inkubasi. Masih pada tahap awal, GAK masih cukup jauh menuju ke fase fermentation sebelum terjadinya letusan gunung api.

Meski masih jauh, Aditya tak menampik kemungkinan ada potensi magma terdiferensiasi dan berujung terbentuk poket-poket magma di kedalaman dangkal. Untuk itu, ancaman letusan GAK seperti Krakatau 1883 masih ada.

"Memang masih sama seperti yang akan dialami oleh ayah-ibunya terjadi caldera forming eruption (letusan). Tapi, memang dari segi karakteristik kalau kita lihat sekarang masih relatif cukup jauh untuk menuju arah itu," tegas sosok yang mendalami bidang vulkanologi, geokimia, petologi, dan sifat magnetik batuan itu.