WHO mencatat partikulat, termasuk PM2.5, sebagai salah satu komponen utama polusi udara yang memiliki dampak terhadap kesehatan. Paparan polusi udara juga berkaitan dengan penyakit kardiovaskular dan pernapasan.

Kenapa setelah hujan udara terasa lebih segar?

Ada beberapa faktor yang bisa membuat udara setelah hujan terasa lebih nyaman.

Selain sebagian partikulat yang terbawa air hujan, kondisi atmosfer ketika hujan juga dapat membantu mengurangi konsentrasi polutan di sekitar permukaan.

Hujan biasanya disertai perubahan kondisi angin, suhu dan kelembapan. Jika terjadi pergerakan udara yang cukup baik, polutan dapat tersebar sehingga konsentrasinya di satu lokasi menjadi lebih rendah.

Karena itu, rasa udara yang lebih segar setelah hujan bukan semata-mata karena "polusi hilang", tetapi juga karena kondisi atmosfer berubah.

Menariknya, hubungan antara hujan dan polusi ternyata tidak sesederhana "hujan turun, polusi turun".

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Atmospheric Environment pada 2025 menemukan bahwa hujan ringan dalam kondisi tertentu justru dapat meningkatkan konsentrasi aerosol. Dalam penelitian tersebut, hujan berperan sebagai pembersih ketika kondisi polusi cukup tinggi, tetapi dapat memberikan efek berbeda ketika atmosfer berada dalam kondisi sangat bersih.