Artinya: "Sesungguhnya apabila seseorang telah dimasukkan ke dalam kubur, dan teman-temannya telah pergi meninggalkannya, dia benar-benar mendengar suara gesekan sandal mereka. Maka datanglah dua malaikat. Keduanya menyuruhnya duduk seraya berkata kepadanya, "Apa yang kamu katakan tentang orang ini, Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam?" Adapun orang mukmin, dia menjawab, "Aku bersaksi bahwa dia adalah hamba Allah dan Rasul-Nya." Maka dikatakanlah kepadanya, "Lihatlah tempatmu di neraka, Allah telah menggantinya untukmu dengan suatu tempat di surga." Maka dia melihat kedua tempat itu semuanya." (HR Bukhari dari Anas bin Malik RA)

Menurut hadits yang diriwayatkan Ibnu Majah dari Abu Hurairah RA yang dipaparkan Imam Syamsuddin Al-Qurthubi dalam At-Tadzkirah terjemahan Anshori Umar Sitanggal, pertanyaan kubur Munkar dan Nakir seputar tauhid dan akidah. Malaikat akan menanyakan siapa Tuhan yang disembah, apa agama yang dianut, dan siapa rasul atau Nabi Muhammad SAW.

Lantas, apakah pertanyaan kubur tersebut hanya ditujukan kepada umat Nabi Muhammad SAW? Bagaimana dengan umat-umat lainnya?

Ada dua pendapat terkait hal ini. Merujuk pada penjelasan Ibnu Qayyim al-Jauziyah dalam kitab Ar-Ruh terjemahan Kathur Suhardi, pendapat pertama menyebut pertanyaan kubur yang diajukan Munkar dan Nakir hanya ditujukan khusus kepada umat Islam. Ini merupakan pendapat Imam At-Tirmidzi.