Eri menilai setiap kota memiliki keunggulan budaya masing-masing yang dapat dikembangkan sesuai karakter daerah. Karena itu, tidak ada satu kota pun yang dapat dianggap paling sempurna dalam pengembangan kebudayaan.

β€œTidak ada kota yang paling sempurna, tetapi kelebihan-kelebihan kota yang ada, salah satunya Singkawang, akan kita adopsi di kota-kota lainnya sehingga budaya menjadi ujung tombak untuk pergerakan ekonomi dan pembangunan di masing-masing kota,” katanya.

Selain aspek ekonomi dan pembangunan, Eri menekankan pentingnya menjaga keterhubungan generasi muda dengan kebudayaan daerah masing-masing.

Ia berharap Rembuk Sektor Kebudayaan APEKSI dapat menjadi ruang bagi pemerintah kota untuk saling bertukar pengalaman sekaligus memastikan generasi muda tidak melupakan sejarah dan budaya yang menjadi identitas daerahnya.

β€œHari ini, dengan semangat rembuk budaya di Singkawang, saya yakin semua kota akan saling belajar,” katanya.