Samel menuturkan pelaku menolak permintaan dari korban tersebut. Kemudian, terjadi adu mulut di tim redaksi keduanya.

"Namun tersangka menolak dan di situ terjadi cekcok," kata Samel.

Samel menyebut polisi belum mengetahui secara pasti kenapa pelaku menolak permintaan korban. Namun diduga pelaku merasa cemburu.

"Kalau dari pengakuan belum ada, cuma perkiraan kita yang namanya mereka berpacaran dimungkinkan itu ada rasa cemburu," ucap Samel.

Korban dan pelaku kemudian tiba di TKP, sebuah pos ronda tepi Jalan Raya Purwodadi-Semarang, Dukuh Wareng, Desa/Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak. Keduanya berhenti untuk cekcok.

"Kalau pengakuan dari pelaku itu berhenti dulu sejenak untuk istirahat. Kebetulan ada pos ronda di pinggir jalan dia berhenti namun lanjut percekcokan itu," jelas Samel.

Korban lalu melontarkan kata-kata kasar kepada pelaku. Merasa sakit hati, pelaku langsung mengambil palu dari dalam jok dan menghantamkannya ke kepala korban.

"Korban mengeluarkan kata-kata kasar terhadap tersangka, sehingga kata-kata itu membuat sakit hati tersangka dan saat itu juga tersangka mengambil alat berupa palu yang biasa dia gunakan untuk bekerja," ujar Samel.

"(Mengambil palu) itu di balik jok motornya kemudian menghantam dengan keras kepala korban beberapa kali. Berdasarkan keterangan dilakukan kurang lebih tiga kali," imbuhnya.