Untuk menjaga keamanan personel gabungan, telah disalurkan air minum, makanan, serta alat pelindung diri (APD), seperti masker, kacamata goggle, dan helm bagi personel yang bertugas di lapangan.

Upaya lainnya yang dilakukan adalah berkoordinasi secara berkala dengan Pemerintah Kabupaten Kuningan, Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC), serta pemangku kepentingan terkait.

Teten mengatakan medan yang terjal, berbukit, dan berbatu menyulitkan akses kendaraan pemadam serta pergerakan personel. Selain itu, angin kencang yang berubah arah memicu munculnya titik-titik api baru (spotting). Jarak sumber air yang cukup jauh dari lokasi kebakaran juga menjadi kendala dalam proses pemadaman.

Hingga saat ini, luas area yang terbakar di Kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai masih dalam pendataan. Kebakaran terjadi di Blok Sipenpen Batu Arca, Wilayah I Kuningan di ketinggian ± 1.000 mdpl. Vegetasi yang terbakar, yaitu semak belukar, alang-alang, serasah kering, dan tegakan pohon pinus.