NADIKABAR.COM — Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani menyebut terdapat pergeseran ekspektasi ke arah positif dari dunia usaha terhadap kondisi perekonomian pada semester II 2026, meski masih cenderung mengambil posisi wait and see.

Menurut dia di ANTARA Business Forum (ABF) 2026 di Jakarta, Rabu, pada semester I 2026, sebanyak 58 persen responden menilai kondisi usaha stagnan, 29 persen menilai lebih buruk, dan 13 persen yang menilai lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.

"Namun ketika ditanya mengenai ekspektasi kondisi dunia usaha pada semester II, ini kita lihat memang terdapat pergeseran yang lebih positif," kata dia.

Dijelaskan dia di semester II, sebanyak 33 persen responden memperkirakan kondisi akan lebih baik, 49 persen responden memperkirakan kondisi usaha stagnan dan 18 persen memperkirakan memburuk.

"Jadi ada sedikit improvement dan expectation, tetapi belum berarti dunia usaha sudah berada dalam fase ekspansi. Lebih tepatnya confidence mulai membaik tetapi mayoritas pelaku usaha ini masih mengambil posisi wait and see," ucapnya.

Shinta menilai tantangan perekonomian tidak hanya menjaga pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen, tetapi juga memastikan pertumbuhan tersebut dapat ditransmisikan lebih kuat ke sektor riil.

Ekonomi Indonesia tercatat tumbuh 5,61 persen pada kuartal I 2026 dan 5,29 persen pada kuartal II. Meskipun masih berada di atas tren lima tahun terakhir, terjadi moderasi pertumbuhan sebesar 0,32 persen poin.

Pada sektor manufaktur, sejumlah subsektor menunjukkan perbaikan, antara lain furnitur, kulit, alas kaki, logam dan elektronik. Subsektor alat angkutan serta kayu dan anyaman juga berbalik positif. Namun, kelemahan masih terlihat pada subsektor karet dan plastik yang mengalami kontraksi 6,98 persen.

Dari sisi investasi, sebanyak 67 persen pelaku usaha belum berencana melakukan investasi baru dalam 12 bulan ke depan. Sementara dari sisi ekspor, 60 persen pelaku usaha memproyeksikan kinerja ekspor hingga akhir 2026 relatif stagnan, 25 persen memperkirakan menurun, dan 51 persen belum berencana memperluas pasar ekspor dalam 12 bulan ke depan.

Untuk prospek 2027, mayoritas responden memperkirakan kondisi usaha relatif stagnan dibandingkan 2026, meskipun 37 persen memperkirakan kondisi usaha akan lebih baik.