Pada sektor manufaktur, sejumlah subsektor menunjukkan perbaikan, antara lain furnitur, kulit, alas kaki, logam dan elektronik. Subsektor alat angkutan serta kayu dan anyaman juga berbalik positif. Namun, kelemahan masih terlihat pada subsektor karet dan plastik yang mengalami kontraksi 6,98 persen.

Dari sisi investasi, sebanyak 67 persen pelaku usaha belum berencana melakukan investasi baru dalam 12 bulan ke depan. Sementara dari sisi ekspor, 60 persen pelaku usaha memproyeksikan kinerja ekspor hingga akhir 2026 relatif stagnan, 25 persen memperkirakan menurun, dan 51 persen belum berencana memperluas pasar ekspor dalam 12 bulan ke depan.

Untuk prospek 2027, mayoritas responden memperkirakan kondisi usaha relatif stagnan dibandingkan 2026, meskipun 37 persen memperkirakan kondisi usaha akan lebih baik.