Beberapa jam kemudian, pihak berwenang Rusia juga melaporkan bahwa aplikasi mereka yang dirancang untuk memperingatkan masyarakat mengenai serangan pesawat nirawak (drone) dan ancaman lainnya juga diretas.

Sebuah kelompok spionase Ukraina dikabarkan telah mengirimkan peringatan palsu mengenai serangan nuklir di wilayah Rusia.

"Perhatian! Aplikasi seluler Kementerian Keadaan Darurat Rusia telah menjadi sasaran serangan siber besar-besaran, yang memungkinkan pihak penyerang mengirimkan informasi palsu kepada masyarakat," demikian pernyataan yang diunggah oleh kementerian tersebut melalui Telegram, dilansir AFP.