Aang menegaskan, teknologi pada dasarnya hanya berfungsi sebagai pengungkit. Transformasi digital tidak akan berjalan optimal tanpa perubahan dalam kepemimpinan, tata kelola, kolaborasi lintas sektor, integrasi sistem dan data, serta inovasi yang dikembangkan secara berkelanjutan.

"Transformasi akan benar-benar terjadi ketika kepemimpinan berubah, tata kelola diperkuat, kerja lintas sektor berjalan, sistem dan data terintegrasi, serta inovasi terus dikembangkan. Dengan demikian, keberhasilan transformasi digital pemerintah dapat dirasakan manfaatnya," ungkap Aang.

"Pemerintah Kabupaten Karawang tidak hanya sekadar membangun aplikasi demi aplikasi, tetapi membangun pemerintahan yang semakin mudah diakses, semakin responsif, semakin terintegrasi, dan semakin dipercaya oleh masyarakat," lanjutnya.

Melalui pendekatan tersebut, kata Aang, teknologi ditempatkan sebagai alat untuk memperkuat tata kelola dan pelayanan publik yang lebih efektif dan efisien.

"Jadi kepemimpinan, kolaborasi, integrasi layanan, serta kemampuan pemerintah merespons kebutuhan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pemerintahan digital di Karawang. Teknologi kami tempatkan untuk memperkuat tata kelola pemerintahan agar lebih efektif dan efisien," pungkasnya.