"Komposisi makanan dan minuman di pusat perbelanjaan itu semakin meningkat dari waktu ke waktu, kalau sebelum-sebelumnya komposisinya hanya sekitar 10 persen, sekarang bisa meningkat sampai dengan 30 sampai dengan 40 persen," tutur dia.

Peningkatan tersebut selain disebabkan oleh faktor perekonomian, juga terjadi akibat fungsi pusat perbelanjaan yang kini bergeser dari tempat berbelanja menjadi pusat interaksi sosial. Makanan dan minuman, kata Alphonzus, menjadi salah satu fasilitas utama yang mendorong interaksi sosial tersebut.

Fungsi pusat perbelanjaan untuk memasarkan produk perlu terus didorong untuk mempromosikan produk-produk lokal.

"Tentunya harus bisa mempromosikan, mendahulukan produk-produk lokal, produk-produk domestik. Tetapi bukan berarti tidak ada tempat untuk dari luar," kata dia.