NADIKABAR.COM — Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) kembali merilis daftar klub yang masih melakukan penunggakan gaji pemain. Persija Jakarta dan PSM Makassar termasuk dalam daftar.
Berdasarkan data dan laporan yang dihimpun APPI per Jumat (6/11), Persija dan PSM menjadi klub Super League yang masih melakukan tunggakan gaji terhadap para pemain mereka.
"Berdasarkan data dan laporan yang dihimpun APPI hingga tanggal rilis ini, tercatat 7 klub masih memiliki tunggakan terhadap 114 pemain, dengan total nilai mencapai hampir Rp5 miliar," demikian bunyi pertanyaan APPI.
Tercatat ada empat pemain PSM yang memiliki masalah tunggakan gaji. Manajemen Juku Eja belum melaksanakan dua putusan NDRC Indonesia dan satu putusan DRC FIFA. Sementara satu pemain lainnya dalam korespondensi dengan pihak klub.
Persija juga sedang melakukan korespondensi dengan satu pemain yang masih haknya belum dilunasi. Ini menjadi kabar buruk bagi Persija yang kini sedang berada di puncak klasemen Super League 2026/2027.
Di balik euforia Timnas Indonesia era John Herdman, masih terdapat persoalan mendasar yang kerap terabaikan. Penunggakan gaji pemain masih sering terjadi baik di level profesional hingga amatir.
Bagi atlet profesional, sepak bola bukan sekadar olahraga, melainkan profesi dan sumber penghidupan untuk diri sendiri serta keluarga.
Penghasilan dari sepak bola digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, membiayai pendidikan anak, hingga persiapan untuk dana pensiun.
APPI menilai keterlambatan pembayaran gaji dan kompensasi kontrak bukan sekadar persoalan angka atau administrasi. Dampaknya nyata terhadap kehidupan pemain, mulai dari tekanan psikologis hingga hilangnya kepastian atas perlindungan finansial.
Kondisi ini semakin rentan bagi pemain Liga Nusantara dan kompetisi daerah, yang menggantungkan penghidupannya pada profesi sepak bola dengan keterbatasan sumber pendapatan lainnya.
Salah satu contoh nyata secara langsung dialami para pemain Sriwijaya FC, yang hingga saat ini belum memperoleh penyelesaian atas hak-hak mereka sejak musim kompetisi 2023/2024. Meskipun komunikasi dengan pihak klub telah beberapa kali dilakukan, pemenuhan kewajiban tersebut masih belum terealisasi.
"Tunggakan berulang yang berlangsung lintas musim (2022/2023, 2023/2024, 2024/2025, dan 2025/2026) menunjukkan bahwa penyelesaian hak pemain masih menjadi persoalan serius yang membutuhkan komitmen dan langkah nyata dari pihak klub," sebut APPI.
Lebih lanjut, APPI menekankan bahwa tata kelola kompetisi yang profesional dan bertanggung jawab harus diwujudkan melalui mekanisme verifikasi, pengawasan, serta persyaratan keikutsertaan klub yang secara tegas mempertimbangkan rekam jejak pemenuhan hak pemain.
"APPI kembali mengingatkan seluruh pemain untuk tetap menjaga profesionalitas dan memperkuat solidaritas. APPI siap memberikan pendampingan dan memperjuangkan pemenuhan hak-hak pemain sesuai dengan mekanisme yang berlaku."
"Jangan menganggap tunggakan sebagai hal yang wajar atau konsekuensi yang harus diterima dalam menjalani profesi sebagai pesepakbola. Hak pemain harus dihormati dan dipenuhi," tegas APPI.
Daftar lengkap klub yang masih melakukan penunggakan gaji bisa dilihat langsung di laman resmi APPI.
NadiKabar.com sudah berupaya menghubungi pihak Persija Jakarta dan PSM Makassar. Namun yang bersangkutan belum memberi jawaban spesifik soal ini.