"Jangan karena hari ini kita diberi kemenangan kemudian kita merasa sudah baik. Justru kemenangan memberi kita tanggung jawab yang lebih besar. Masih ada PR (Pekerjaan Rumah) yaitu konsisten performa, kedalaman atlet setiap sektor, dan lain-lain," katanya.
Fadil juga menyoroti pentingnya pendekatan individual dalam pembinaan atlet. Menurutnya, setiap atlet memiliki karakter dan kebutuhan yang berbeda sehingga tidak bisa diperlakukan dengan ukuran yang sama.
"Saya selalu tekankan kepada pelatih karena tak ada atlet yang punya ukuran sama, pasti berbeda. Semuanya tercatat dari Binpres. Saya senang karena kita bisa mengakuinya," ucapnya.
PBSI kini langsung mengarahkan fokus ke target yang lebih besar, yakni Olimpiade Los Angeles 2028. Sejak Munas, program jangka panjang telah ditetapkan untuk meloloskan wakil Indonesia secara maksimal di seluruh sektor dan meraih medali emas.