NADIKABAR.COM — Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersinergi menyetarakan standar kepemimpinan rektor perguruan tinggi guna menghadapi tantangan transformasi pendidikan global melalui kegiatan Aptisi Executive Rector Leadership Academy (AERLA).
Ketua Umum Aptisi Budi Djatmiko di sela-sela kegiatan tersebut di Jakarta, Rabu menjelaskan bahwa gagasan standardisasi kepemimpinan kampus ini telah dirancang sejak lama untuk meningkatkan mutu tata kelola pendidikan tinggi secara menyeluruh.
Ia menyebut langkah percepatan ini disiapkan khusus untuk menyongsong era Education 6.0 yang ditandai dengan penetrasi kecerdasan artifisial, disrupsi teknologi, serta pergeseran konsep kampus dari berbasis fisik menjadi berbasis global.
"Maka kami mengatakan Education 6.0, bahwa pendidikan di tahun 2035 itu berbeda sekali. Maka kami harus mempersiapkan lebih dini para rektor, pimpinan perguruan tinggi untuk menghadapi perubahan," kata Budi.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdiktisaintek, Khairul Munadi menyampaikan apresiasi atas inisiatif strategis Aptisi yang dinilai sejalan dengan agenda transformasi kementerian.
Khairul menegaskan bahwa penguatan kapasitas kepemimpinan merupakan kunci utama dalam mentransformasi perguruan tinggi agar mampu menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat dan bangsa.
"Dan yang tidak kalah pentingnya, ini sangat sejalan dengan upaya kementerian dalam mewujudkan Diktisaintek Berdampak. Ini memang seperti gayung bersambut," ujarnya.
Khairul menambahkan bahwa skema sinergi ini melengkapi program Future Leaders yang digulirkan Kemdiktisaintek bagi pimpinan PTN, sehingga percepatan peningkatan kompetensi kepemimpinan dapat menjangkau ekosistem pendidikan tinggi secara lebih luas dan efisien.
Diketahui, Program AERLA diproyeksikan sebagai program strategis jangka panjang untuk mengakselerasi peningkatan mutu dan tata kelola bagi 70.000 pimpinan PTS di seluruh Indonesia.
Pada Angkatan Pertama ini, sebanyak 40 Rektor dari PTS bereputasi Unggul terpilih untuk mengikuti rangkaian pelatihan kepemimpinan, kolaborasi riset, dan penguatan kemitraan industri yang berlangsung selama tiga hari, yakni pada 21–23 Oktober 2026.