Laporan sejumlah jurnalis AFP yang ada di ibu kota Saudi itu menyebutkan bahwa Riyadh diguncang setidaknya dua ledakan.

Otoritas pertahanan sipil Saudi sempat mengumumkan bahwa "peringatan telah dirilis oleh Platform Peringatan Dini Nasional di ktoa Riyadh untuk memberitahu adanya potensi bahaya".

Namun beberapa menit kemudian, peringatan bahaya itu dicabut, dengan otoritas pertahanan sipil Saudi menyatakan bahwa "bahaya telah berlalu".

Serangan-serangan Houthi terhadap Saudi telah mencapai skala yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang memaksa penundaan sebuah konferensi investasi besar. Hal ini menjadi pukulan telak bagi harapan Riyadh untuk menarik lebih banyak modal asing dan mendiversifikasi ekonominya.