NADIKABAR.COM — Koalisi militer pimpinan Arab Saudi mencegat sebuah rudal balistik yang ditembakkan oleh kelompok Houthi yang bermarkas di Yaman. Pencegatan ini diumumkan setelah Houthi mengklaim kembali menyerang bandara internasional di Riyadh, setelah operasional penerbangan kembali normal.

Aktivitas pencegatan rudal itu dilakukan sehari setelah rentetan ledakan mengguncang ibu kota Saudi, dengan otoritas keamanan mengirimkan pesan singkat kepada warga untuk memperingatkan soal "ancaman udara yang bermusuhan" menargetkan kota tersebut.

Houthi, yang didukung Iran, melancarkan serangkaian serangan menargetkan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh beberapa waktu terakhir. Salah satu serangan itu menewaskan sedikitnya 13 orang dan melukai lebih dari 300 orang lainnya, yang tercatat sebagai insiden paling mematikan dalam satu dekade terakhir.

Juru bicara koalisi militer pimpinan Saudi, Mayor Jenderal Turki Al-Maliki, seperti dilansir AFP, Senin (26/10/2026), mengatakan bahwa sistem pertahanan udara negara itu telah "mencegat dan menghancurkan sebuah rudal balistik" yang ditembakkan Houthi ke arah Riyadh.

Al-Maliki juga mengatakan bahwa pasukan koalisi Saudi telah menghancurkan dua peluncur rudal balistik di Sanaa, ibu kota Yaman yang dikuasai Houthi.

"Kami terus melanjutkan proses pembongkaran jaringan rudal balistik milik milisi teroris Houthi," tegas Al-Maliki dalam pernyataan via media sosial X.