Dalam pernyataan terbaru pada Senin (26/10), Saree mengklaim Houthi "berhasil menargetkan" bandara di Riyadh dengan rudal balistik, dan menghantam stasiun pemompaan minyak di Saudi dengan sejumlah drone.
Sebelumnya, Saree memperingatkan bahwa bandara internasional di Riyadh masih "tidak aman" dan merupakan "target militer".
"Angkatan Bersenjata Yaman memperingatkan semua maskapai penerbangan internasional, regional, maupun lokal -- serta para staf dan pelancong -- untuk tidak menggunakan Bandara King Khalid di Riyadh, karena bandara tersebut tidak aman dan menjadi target militer bagi pasukan kami," tegasnya.
"Rezim Saudi harus menanggung konsekuensi atas segala operasi yang berlangsung di bandara tersebut," ucap Saree memperingatkan Saudi.
Saudi dan pemerintah Yaman yang didukungnya telah menghadapi serangan terus-menerus dari Houthi dalam beberapa pekan terakhir, menyusul kolapsnya gencatan senjata yang berlangsung selama beberapa tahun terakhir.