NADIKABAR.COM — Otoritas Arab Saudi telah mengeksekusi mati dua warga negara Bangladesh yang dituduh melakukan tindakan asusila di dalam sebuah masjid. Eksekusi mati itu dilaksanakan Riyadh tanpa memberitahu otoritas Dhaka, yang kini menuntut penjelasan.
Kementerian Dalam Negeri Saudi, seperti dilansir BBC dan Middle East Eye, Selasa (20/10/2026), mengumumkan eksekusi mati terhadap seorang pria dan seorang wanita berkewarganegaraan Bangladesh pada Rabu (14/10) pekan lalu, setelah keduanya dinyatakan bersalah melakukan "tindakan asusila" di dalam sebuah masjid setempat. Tidak dijelaskan lebih lanjut soal "tindakan asusila" yang dimaksud.
Dalam pernyataannya, Kementerian Dalam Negeri Saudi menyebut kedua warga negara Bangladesh itu dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman mati berdasarkan ketentuan "tazir", yang dalam hukum Islam merujuk pada hukuman yang penentuannya diserahkan kepada kebijakan hakim.
Menurut Kementerian Dalam Negeri Saudi, kedua warga Bangladesh itu dijatuhi hukuman mati karena beratnya pelanggaran yang dilakukan, dan fakta bahwa mereka telah melanggar "kesucian" masjid.
Otoritas Bangladesh, dalam tanggapannya, menyatakan bahwa pihaknya tidak mendapatkan pemberitahuan resmi dari Riyadh mengenai eksekusi mati terhadap dua warga negaranya tersebut, yang dilakukan di Mekkah. Dhaka mengatakan telah menghubungi Riyadh untuk meminta rincian lebih lanjut mengenai kasus ini.
Kedua negara berpenduduk mayoritas Muslim ini memiliki hubungan yang erat, yang didasari oleh kesamaan agama dan ikatan ekonomi yang kuat. Lebih dari tiga juta warga Bangladesh tinggal dan bekerja di Saudi, sebagian besar di sektor pekerjaan dengan upah rendah.
Kabar eksekusi mati dua warga Bangladesh oleh Saudi itu memicu kekhawatiran publik.
Bangladesh Kecewa Tak Diberitahu Soal Eksekusi Mati, Tuntut Penjelasan
Menteri Luar Negeri (Menlu) Bangladesh, Humaiun Kobir, mengatakan kepada wartawan bahwa dirinya "sangat kecewa" dengan kurangnya komunikasi antara kedua negara.
Kobir menyatakan bahwa Dhaka sedang meminta penjelasan mengapa eksekusi mati itu dilaksanakan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada otoritas Bangladesh.
"Kami telah meminta penjelasan dari mitra bilateral kami yang bersahabat untuk memeriksa masalah ini dan mencari tahu mengapa terjadi kesenjangan dalam pertukaran informasi. Kami sedang dalam proses diskusi," kata Kobir kepada wartawan pada Senin (19/10).
Keterangan Kementerian Luar Negeri Bangladesh menyebutkan bahwa pihaknya mengetahui dua warganya itu ditahan oleh Saudi karena nama mereka tercantum dalam daftar yang dibagikan antara kedua negara. Namun, menurut Kementerian Luar Negeri Bangladesh, otoritas Saudi tidak menyampaikan rencana mereka untuk mengeksekusi mati keduanya.
Kementerian Luar Negeri Bangladesh kini menunggu salinan putusan lengkap dan penjelasan mengenai situasi yang berujung pelaksanaan hukuman mati itu.