Gencatan senjata tersebut sebelumnya sempat menghentikan sebagian besar serangan antara koalisi pimpinan Arab Saudi dan kelompok Houthi, yang menguasai Sanaa. Sejak saat itu, kelompok Houthi telah melancarkan serangan rudal dan pesawat nirawak (drone) ke bandara serta fasilitas minyak di Arab Saudi, sementara Riyadh membalas dengan serangan udara di Yaman untuk mendukung sekutu-sekutunya di negara tersebut.
Kementerian terkait menyatakan serangan tersebut menghantam rumah-rumah penduduk di kota Bani Hushaysh, sebuah wilayah yang menjadi basis kelompok Houthi di sebelah timur Sanaa. Sebagian besar korban tewas adalah perempuan dan anak-anak.
Abdul-Aziz al-Dailami, direktur Rumah Sakit Sehatuna di Sanaa, mengatakan banyak korban masih terjebak di bawah reruntuhan, termasuk petugas tanggap darurat.