"Serangan terus berlanjut. Saat tim penyelamat tiba, serangan lain kembali menghantam. Kami bahkan kehilangan beberapa petugas medis kami sendiri yang gugur," ujarnya.

"Kami menerima sejumlah korban luka dalam kondisi yang sangat kritis, dengan cedera di bagian kepala, dada, dan kaki, serta berbagai patah tulang," tambah al-Dailami.

Konflik ini-yang merupakan dampak dari perseteruan yang lebih luas antara Amerika Serikat dan Iran-telah menghidupkan kembali perang kompleks yang telah berlangsung selama 12 tahun di Yaman. Perang tersebut telah memicu salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia dan memecah belah negara termiskin di dunia Arab itu.