Dia kemudian menambahkan: "Kami berpendapat bahwa eskalasi yang dilakukan oleh Houthi pada tahap konflik ini, didorong oleh Iran."

Krimly juga menyebut bahwa langkah Iran itu melanggar komitmen dalam "perjanjian Beijing" yang disepakati kedua negara. Perjanjian Beijing merupakan kesepakatan yang membuat Saudi dan Iran memulihkan hubungan diplomtik setelah sempat terputus selama tujuh tahun.

Beberapa waktu terakhir, Saudi dihujani serangan-serangan Houthi, dengan sejumlah rudal dan drone ditembak jatuh hampir setiap hari di negara tersebut. Serangan Houthi paling mematikan, sejauh ini, terjadi pada akhir pekan lalu ketika bandara di Riyadh dihantam rudal hingga menewaskan belasan orang.

Houthi Tolak Lakukan Pertemuan dengan Arab Saudi

Dalam pernyataannya, Krimly menambahkan bahwa Saudi telah berupaya menjalin komunikasi dengan Houthi saat konflik semakin memanas. Namun menurut Krimly, Houthi menolak untuk mengadakan pertemuan dengan Saudi di Oman.