"Pada awal eskalasi ini, kami meminta mereka untuk bertemu di Muscat, Oman, tetapi mereka menolak," ujarnya, merujuk pada awal konflik Yaman kembali berkobar pada Juli lalu.
"Itu adalah komunikasi terakhir yang terjadi beberapa minggu lalu," imbuh Krimly.
Belum ada tanggapan langsung Iran atas pernyataan Krimly tersebut.
Namun Teheran sebelumnya menyatakan "sangat prihatin" atas eskalasi serangan antara Saudi dan Houthi. Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran, Abbas Araghchi, mendesak kedua pihak untuk menyelesaikan konflik melalui dialog dan menawarkan diri sebagai mediator.
Araghchi, menurut laporan media pemerintah Iran pada awal pekan ini, mengatakan bahwa Teheran siap membantu untuk "memulai dialog antara Arab Saudi dan Yaman, dan memfasilitasi tercapainya solusi politik".