NADIKABAR.COM — Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi mengatakan pihaknya dapat membuka kembali Selat Hormuz dalam waktu tujuh hari jika Amerika Serikat mau menerima rencana yang disampaikan Iran lewat Qatar.

Araghchi mengatakan kepada para wartawan di sela-sela Sidang ke-81 Majelis Umum PBB di New York, Jumat (25/9), bahwa jangka waktu tujuh hari tersebut akan dimulai begitu AS menerima usulan tersebut.

Dia menjelaskan bahwa AS dapat mengambil langkah dalam empat atau lima hari pertama, yang memungkinkan selat tersebut dibuka kembali pada hari keenam. Pembicaraan antara Iran dan AS mengenai kesepakatan akhir kemudian akan dimulai pada hari ketujuh.