"Pak Presiden minta agar proses riset terkait dengan vaksin ini dipercepat. Dan kita berharap dengan support dari Bapak Presiden tentang terkait dengan vaksin ini. Ini bisa kita percepat eh 3 tahun lebih cepat dari seharusnya, karena beliau akan memberikan dukungan penuh terhadap produksi vaksin ini, khususnya vaksin malaria," ujarnya.
Arif menyebut pengembangan vaksin malaria di dalam negeri diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas. Tidak hanya bagi masyarakat Indonesia, tetapi juga bagi negara-negara lain yang masih menghadapi persoalan malaria.
"Jadi kalau kita bisa produksi di Indonesia, ini bisa menjadi salah satu kontribusi Indonesia untuk dunia. Jadi Bapak Presiden tadi menekankan apa sumbangan kita untuk dunia juga, karena malaria tidak hanya di Indonesia, tapi vaksinnya di dunia tidak ada. Nah, oleh karena itu kita bisa memberikan kontribusi untuk kesejahteraan masyarakat di dunia," ujarnya.
Selain vaksin malaria, Prabowo juga mendorong percepatan pengembangan obat herbal sebagai bagian dari upaya mewujudkan kemandirian obat nasional.
"Obat herbal ini saya kira sangat potensi, sangat potensial, dan BRIN sudah juga berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk mempercepat proses obat herbal ini," ujar Arif.