BRIN saat ini memiliki 19 kandidat obat herbal yang diarahkan untuk mencapai status fitofarmaka. Arif menyebut sebagian produk yang dikembangkan masih berada pada tahap Obat Herbal Terstandar (OHT) dan perlu diuji ke tingkat fitofarmaka.

"Dan saat ini di BRIN sendiri ada 19 kandidat obat herbal untuk masuk pada fitofarmaka. Jadi beberapa obat yang ada di BRIN kan masih dalam taraf OHT, Obat Herbal Terstandarisasi. Nah, sekarang ingin menuju pada fitofarmaka," ucapnya.

Untuk mempercepat proses tersebut, BRIN akan berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), terutama dalam pelaksanaan dan percepatan tahapan pengujian yang diperlukan.

"Kita akan koordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan juga BPOM untuk melakukan percepatan ini," ucapnya.