Dia menambahkan bahwa Angkatan Bersenjata Iran telah menunjukkan kemampuan rudal dan daya tangkal yang tinggi sebagai respons terhadap ancaman militer AS, yang memungkinkan mereka untuk memberikan balasan tegas atas setiap tindakan agresi.
Naqdi menekankan bahwa kesiapsiagaan dan perlawanan bangsa Iran telah mencegah serangan darat dan memaksa kapal-kapal musuh untuk mundur sejauh 1.000 kilometer di lautan.
Garda Revolusi Iran Sebut Ancaman Trump Sama Saja Pengakuan Kekalahan
Naqdi, dalam pernyataannya, mengomentari pernyataan Trump baru-baru ini mengenai potensi tindakan militer terbaru AS karena habisnya kesabaran dan ancaman tindakan yang lebih keras terhadap Iran. Dia menyebut pernyataan itu sama saja "pengakuan kekalahan secara terbuka" dalam konflik melawan Iran.
Dia menambahkan bahwa pernyataan semacam itu bertolak belakang dengan klaim kemenangan yang dilontarkan Washington. Ditegaskan oleh Naqdi bahwa pihak yang merasa menang tidak akan mengatakan bahwa kesabaran mereka telah habis.
Kembali membahas soal "mother of all bombs" buatan AS, Naqdi mengungkapkan bahwa bom seberat 14 ton itu pernah dijatuhkan di Iran selama perang 12 hari melawan Israel tahun 2025 lalu. Dia mengklaim beberapa bom jenis itu gagal meledak dan kemudian disita oleh pasukan Iran.