"China Shock" yang kedua berasal dari kemajuan teknologi dan industri terdepan China, misalnya dalam bidang teknologi baterai atau komunikasi.
"Kami melihat dampaknya pada masyarakat dan pabrik-pabrik di seluruh Uni Eropa. Hal ini menyebabkan deindustrialisasi pusat-pusat industri di Eropa. Ini tidak dapat ditoleransi," jelas von der Leyen dalam pidatonya mengenai Keadaan Uni Eropa 2026.
Ketegangan soal Sikap AS Terhadap Iran
Ketegangan juga terjadi karena sikap AS terhadap Iran. Terbaru, China memberikan reaksi keras terhadap langkah AS melarang maskapai penerbangan Iran untuk beroperasi di seluruh dunia mulai 23 September.
Otoritas Beijing secara terang-terangan menentang langkah Washington. China menyebutnya sebagai 'sanksi sepihak ilegal'.
China merupakan mitra ekonomi utama dan pendukung diplomatik Iran. Dilansir AFP, China langsung mengecam langkah AS dan menyebutnya tidak memiliki dasar hukum internasional.
"China secara konsisten menentang sanksi sepihak ilegal yang tidak memiliki dasar hukum internasional atau otorisasi dari Dewan Keamanan PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa)," tegas juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, dalam konferensi pers di Beijing.
Kecaman China ini disampaikan setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan bahwa seluruh maskapai penerbangan Iran akan dihentikan operasionalnya di seluruh dunia mulai 23 September. Bessent memperingatkan bahwa maskapai-maskapai Teheran akan kesulitan beroperasi secara global akibat sanksi Amerika.
Belum ada tanggapan langsung dari otoritas Iran terhadap pernyataan Bessent tersebut. Langkah tersebut diumumkan Bessent seiring tekad pemerintahan Presiden AS Donald Trump untuk semakin meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Iran saat perang berlarut-larut.
Dalam pernyataannya, Bessent memperingatkan bahwa pusat-pusat penerbangan internasional yang melayani pesawat-pesawat maskapai Iran akan menghadapi pengucilan total dari sistem perbankan Amerika. Dia juga memperingatkan bahwa operator asing tidak dapat mengisi bahan bakar pesawat Iran, atau menyediakan fasilitas pendaratan, atau menjual tiket kepada Teheran, tanpa mempertaruhkan akses mereka terhadap layanan kliring dolar Amerika.