Nasional
HALAMAN 2 DARI 2
AS, Eropa bahas opsi rekayasa iklim untuk mitigasi pemanasan global
Para politisi di Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa (UE) dilaporkan tengah mempertimbangkan kemungkinan untuk mengurangi intensitas sinar matahari (solar dimming) m
Redaksi NadiKabar
✓
Redaksi NadiKabar
•
Dipublikasikan: Kamis, 24 September 2026 pukul 12:50 WIB
• ⏱ 1 menit baca
Selain itu, laporan tersebut juga menggarisbawahi bahwa intervensi rekayasa iklim tidak mampu mengatasi akar masalah dari pemanasan global, yakni penggunaan bahan bakar fosil seperti minyak bumi, gas alam, dan batu bara.
Meskipun demikian, seorang pakar menilai kemungkinan untuk mengurangi intensitas radiasi matahari secara buatan justru menjadi wacana yang semakin relevan saat ini, sejalan dengan meningkatnya investasi yang masuk ke berbagai perusahaan rintisan (startup) yang berfokus pada pengembangan teknologi solar geoengineering.
Penerjemah: Uyu Septiyati Liman
Pedoman Media Siber: NadiKabar.com berkomitmen mematuhi Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 dan Pedoman Pemberitaan Media Siber Dewan Pers Indonesia. Apabila ada hak jawab atau koreksi, silakan hubungi redaksi melalui kanal kontak kami.