NADIKABAR.COM — Militer Amerika Serikat (AS) dilaporkan mengerahkan dua baterai sistem rudal Patriot tambahan ke Arab Saudi dan Qatar, saat perang Timur Tengah berlarut-larut.
Pengerahan sistem pertahanan udara canggih buatan AS itu dimaksudkan untuk melindungi fasilitas energi Saudi dan Qatar, di tengah persiapan kemungkinan dilanjutkannya operasi militer Washington terhadap Iran.
Informasi tersebut, seperti dilansir Anadolu Agency, Jumat (2/10/2026), disampaikan oleh media AS, Axios, dalam laporan terbarunya pada Kamis (1/10) dengan mengutip dua pejabat AS dan satu sumber regional.
Menurut laporan tersebut, satu sistem Patriot dikirimkan ke Saudi bulan lalu untuk melindungi fasilitas minyak utama negara tersebut. Satu sistem Patriot lainnya dikerahkan ke Qatar untuk menjaga fasilitas gas alam di sana.
Pengerahan sistem rudal Patriot tambahan itu dimaksudkan untuk meyakinkan kedua negara Timur Tengah tersebut bahwa AS akan melindungi infrastruktur energi vital mereka, jika Presiden Donald Trump kembali melancarkan operasi tempur besar-besaran terhadap Iran.
Trump mengatakan pada Kamis (1/10) bahwa dirinya sedang mempertimbangkan untuk memulai kembali operasi pengeboman dalam beberapa pekan mendatang.
"Sekarang saya harus mengambil keputusan: Apakah Iran akan menandatangani kesepakatan, atau negara itu tidak akan ada lagi," ucap Presiden AS itu.
Axios melaporkan bahwa para pemimpin Saudi dan Qatar mendesak Trump, pada awal Agustus, untuk tidak melancarkan serangan besar-besaran yang mencakup serangan terhadap infrastruktur energi Iran, karena khawatir akan adanya pembalasan yang menargetkan fasilitas minyak dan gas mereka.
Para pejabat AS mengatakan bahwa desakan semacam itu menjadi faktor kunci dalam keputusan Washington beralih menempuh jalur tekanan ekonomi.
Laporan Axios juga menyebutkan bahwa AS membutuhkan izin Saudi untuk menggunakan wilayah udara kerajaan tersebut bagi operasi tempur besar-besaran terbaru, namun kecil kemungkinannya Riyadh akan menyetujui tanpa adanya jaminan untuk melindungi fasilitas minyaknya.
Belum ada tanggapan langsung Pentagon atau Pusat Komando AS atas laporan tersebut.
AS Kirim Satu Kapal Induk Lagi ke Timur Tengah
Sementara itu, Pentagon sedang bersiap mengerahkan kapal induk ketiga AS, beserta kelompok tempurnya, dan kapal-kapal tambahan dari Korps Marinir ke kawasan Timur Tengah. Pengerahan itu akan menambah sekitar 9.000 hingga 10.000 personel militer AS yang dikerahkan ke kawasan tersebut.
Laporan media terkemuka AS, Wall Street Journal (WSJ), yang mengutip keterangan para pejabat AS, menyebutkan bahwa pengerahan itu dilakukan saat Trump sedang mempertimbangkan untuk kembali menyerang Iran, usai pemilu sela pada awal November mendatang.
Kapal-kapal, jet tempur, dan para personel tambahan Marinir dan Angkatan Laut AS diperkirakan akan tiba di Timur Tengah pada akhir November.
USS Theodore Roosevelt, kapal induk ketiga AS yang dikerahkan ke Timur Tengah, telah bertolak dari San Diego pada Minggu (27/9) waktu setempat untuk pengerahan yang telah dijadwalkan.
Gugus Tugas Amfibi USS Makin Island, yang membawa para personel Marinir dari Unit Ekspedisi Marinir ke-13, telah berangkat pada Senin (29/9) waktu setempat.