“Pada tahun 2024, kami membuka kantor perwakilan resmi pertama kami di Suva, Fiji. Kami berencana untuk terus memperluas keterlibatan kami (di kawasan Pasifik) dalam tahun-tahun mendatang,” tuturnya.

Weiland mengatakan pemberian dukungan pembiayaan tersebut dilatarbelakangi oleh kian maraknya penyelundupan narkoba yang dilakukan oleh sindikat di kawasan Pasifik.

Hingga Mei 2026, aparat penegak hukum di seluruh wilayah Pasifik telah menyita 17 ton narkotika ilegal, melonjak lebih dari tiga kali lipat dibandingkan capaian sepanjang 2025.

“Di AS, hampir 68.000 warga Amerika meninggal akibat overdosis menurut data pada tahun pencatatan terakhir. Artinya, setiap hari hampir 185 keluarga di Amerika menghadapi kenyataan bahwa orang yang mereka cintai tidak akan pernah kembali lagi ke rumah,” ucapnya.

Weiland menyatakan negara-negara kepulauan di kawasan Pasifik juga mengalami hal serupa. Bangsal-bangsal psikiatri dilaporkan mengalami kelebihan kapasitas, sementara banyak perahu pengangkut kokain terdampar di pantai.