NADIKABAR.COM — Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan tim keamanan nasional membahas sejumlah opsi untuk melanjutkan operasi militer berskala besar terhadap Iran dalam beberapa pekan mendatang, termasuk sebelum pemilu sela AS pada 3 November 2026.

Dalam laporan NBC News yang mengutip sumber dijelaskan bahwa beberapa pejabat pemerintahan Trump membahas strategi AS terkait Iran dan Yaman di pertemuan di Camp David pekan lalu.

Setelah pertemuan tersebut, militer AS menyiapkan sejumlah opsi operasional baru untuk Trump, meskipun belum ada keputusan akhir yang diambil.

"Ada dua kemungkinan yang bisa terjadi, cara mudah atau cara yang sulit. Presiden Trump memegang kendali penuh dan akan melakukan apa pun yang terbaik bagi AS," kata seorang pejabat Gedung Putih kepada saluran berita tersebut.

Jadwal terkait dimulainya kembali operasi militer berskala besar itu masih belum jelas.

Trump perlu mempertimbangkan menipisnya persediaan senjata utama tertentu AS, sebuah situasi yang membuatnya frustrasi, lapor NBC.

The Atlantic pada Rabu (7/10), dengan mengutip dua sumber AS, melaporkan bahwa Gedung Putih telah memerintahkan Pentagon untuk menyiapkan beberapa opsi serangan terhadap Iran menjelang pemilu sela AS.

Pada 28 Februari lalu, AS dan Israel mulai menyerang sejumlah sasaran di Iran yang kemudian direspons oleh Iran dengan serangan balasan.

Pada pertengahan Juni, Iran dan AS telah menandatangani nota kesepahaman untuk menghentikan permusuhan, tetapi tak lama setelah itu, keduanya kembali saling melancarkan serangan.

Hingga kini, konflik tersebut masih belum terselesaikan.

Penerjemah: Fransiska Ninditya