NADIKABAR.COM — Senyum merekah di wajah Didi Junaidi (70) warga Desa Jagara, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan. Siang itu, bersama dengan ratusan tukang becak lain, Junaidi sedang menunggu untuk menerima bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo.

Junaidi memaparkan kendaraan becak ini bukan sekadar alat angkut, melainkan napas baru di tengah sulitnya bertahan hidup sebagai petani ikan karamba. Ia mengaku, kondisi usaha karamba ikan mujair miliknya sedang tidak baik-baik saja.

Kenaikan harga pakan yang mencekik dan penurunan kualitas air membuat penghasilannya merosot tajam. Dulu, ia sanggup memanen hingga lima kuintal ikan, namun kini mendapatkan dua kuintal saja terasa sangat berat.

Ia merinci, harga satu karung pakan seberat 30 kilogram kini mencapai Rp365 ribu. Untuk mencapai masa panen selama tiga bulan, biaya yang keluar seringkali tidak sebanding dengan hasil penjualan. Dengan harga jual ikan Rp22 ribu per kilogram, total pendapatan kotor dari dua kuintal ikan hanya berkisar Rp4,4 juta. Angka ini belum terpotong biaya bibit dan pakan yang terus membengkak.

"Sekarang pakan terlalu mahal, sedangkan harga ikan gitu-gitu saja. Penghasilan mengecil, bahkan bisa rugi. Kadang pas-pasan, kadang minus. Sekarang satu karung pakan hampir Rp365.000 per 30 kilo. Sekuintal berarti hampir Rp1.400.000. Suka kadang-kadang kurang, kadang-kadang pas-pasan, kadang rugi, dulu bisa dapat lima kuintal sekarang paling dua kuintal," tutur Junaidi Sabtu (5/8/2026).

Kehadiran becak listrik menjadi angin segar bagi Junaidi yang memasuki usia senja. Becak tersebut akan digunakan sebagai alat transportasi untuk menunjang pariwisata di Desa Wisata Jagara. Ia berharap, becak tersebut dapat menambah penghasilan ia sehari-hari.