"Pak Prabowo itu fokus kepada pengemudi becak yang usianya lanjut atau lansia. Program ini adalah bentuk kasih sayang Pak Prabowo untuk warga yang usianya di atas 55 tahun agar mereka tetap produktif, bisa bekerja, dan mencari nafkah untuk kebutuhan sehari-hari. Kasihan mereka sudah tua harus mengayuh becak dengan tenaga di siang hari yang panas. Dengan becak listrik ini, mereka tidak perlu mengeluarkan tenaga, jadi lebih mudah bagi mereka," tutur Rokhmat

Sementara itu, Direktur Hubungan dan Kerja Sama Kelembagaan Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional, Nuriana memaparkan ada 200 becak listrik yang dibagikan untuk warga Kabupaten Kuningan. Becak tersebut merupakan produk dalam negeri yang diproduksi PT Pindad.

Menurutnya, untuk tahap awal becak listrik tersebut diarahkan pada kawasan yang relatif datar dan lokasi wisata sesuai dengan karakteristik kendaraan sekaligus kebutuhan mobilitas masyarakat.

"Mudah-mudahan, meskipun baru 200 unit, ini bisa membantu tidak hanya sekadar transformasi dari konvensional ke modern, tapi juga mudah-mudahan bisa meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Kuningan. Kita pilih daerah yang datar dan daerah wisata," tutur Nuriana.

Untuk pengisian daya, masyarakat tidak perlu khawatir. Sistem pengisian baterai becak listrik cukup sederhana seperti halnya mengecas ponsel. Pemerintah daerah nantinya dapat menyediakan titik-titik tertentu untuk pengisian baterai.

"Mudah, seperti mencolok cas ponsel saja. Tidak seperti mobil listrik yang rumit.Pesan dari Bapak Prabowo, mohon becak ini dipelihara dan dirawat dengan baik agar awet. Kedua, kami meminta agar becak ini jangan dijual. Gunakan semaksimal mungkin untuk mencari nafkah," pungkas Nuriana.