Mak Indah menjadikan rutinitas memasak dan berjualan sebagai bekal masa depan terbaik bagi ketiga anaknya yang saat ini tinggal di Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Indah Mayangsari (23) lulus jurusan Teknologi Informasi Universitas Nusa Nipa, Maumere, dengan IPK 3,65, dan kini menjadi guru komputer serta mengelola tata usaha di Kota Kupang.
Muhammad Wildan (19) menyelesaikan studi arsitek di sekolah teknik menengah di Flores dan sedang menjalani pendidikan militer TNI AD di Bogor.
Muhammad Azwar Alam (12) bersekolah di pesantren setingkat SMP di Bungku, Morowali, dan bercita-cita menjadi tentara Angkatan Laut.
"Saya hidup biasa saja. Biar tetangga punya mobil atau apa, saya tidak," kata ibu tunggal tersebut.
"Yang penting anak-anak bisa sekolah tinggi, jangan kayak saya yang hanya tamatan SMK," sambungnya.
Sejak awal IMIP menyadari membangun ekosistem nikel yang terintegrasi, dari pengolahan bijih, smelter, hingga rantai pasok energi, tidak akan lengkap tanpa adanya inklusi sosial-ekonomi.
Selama 13 tahun terakhir, Kawasan IMIP mendedikasikan diri menjadi mitra strategis bagi para pelaku usaha yang ada di sekitar kawasan industri.
Membuka pintu lebar-lebar bagi para kontraktor daerah, penyedia logistik, perajin, hingga ratusan pelaku UMKM kuliner dan hunian yang menjadi penopang kehidupan puluhan ribu pekerja di kawasan ini.
"Saya itu intinya usahaku maju, karyawan IMIP tidak mengalami efisiensi. Kalau ada pengurangan karyawan, jelas omzet kami pengusaha warung akan minim," pungkasnya.