Saat ini Alami ABG belum dipasarkan secara luas. Minuman tersebut lebih banyak menjadi sajian untuk pengunjung yang datang ke Kebun Anggur Brazil dan penasaran mencicipinya.
Satu sloki berukuran 30 mililiter dijual Rp15 ribu. Sedangkan untuk kemasan satu liter dibanderol Rp450 ribu.
"Kalau dipasarkan secara luas belum ya. Paling untuk pengunjung yang datang ke sini aja, yang penasaran mencicipi Alami ABG ini," ucapnya.
"Satu sloki ukuran 30 mililiter dijual Rp15 ribu. Untuk satu liternya dijual Rp450 ribu," sambungnya.
Deden mengatakan, Alami ABG masih dalam tahap pengembangan. Produk tersebut juga belum menjalani uji laboratorium sehingga belum dipasarkan secara luas.
"Kalau ini belum dicek lab. Makanya belum kami pasarkan. Tapi untuk uji lab saya udah komunikasi dengan dinas, dan mau kerjasama juga dengan kampus," katanya.
Eksperimen mengolah Anggur Brasil tidak berhenti pada Alami ABG. Deden juga memanfaatkan sisa buah setelah proses pembuatan minuman untuk dijadikan produk lain.
Sisa air, kulit, dan daging buah anggur kemudian diblender dan dicampur gula putih. Hasilnya diolah menjadi selai anggur.
Selai tersebut kemudian bisa dikembangkan menjadi jus. Ada pula inovasi lain yang baru dicoba, yakni wajit berbahan selai anggur yang dicampur dengan kelapa parut.