NADIKABAR.COM — Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), mengimbau para pengguna jalan baik pengendara roda dua maupun roda empat untuk menyalakan tanda bahaya/lampu isyarat dan menjaga jarak aman saat paparan pekat kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Dishub Kota Kendari Paminuddin saat ditemui di Kendari, Jumat, mengatakan imbauan tersebut dikeluarkan guna mengantisipasi risiko kecelakaan lalu lintas akibat penurunan radius pandang pengendara.

"Idealnya jarak pandang itu berkisar antara 50, 75, hingga 100 meter. Hari ini kami melihat jarak pandang mulai terganggu akibat kabut asap, baik dari lokal maupun kiriman wilayah sekitar. Oleh karena itu kami ingatkan warga untuk meningkatkan kehati-hatian," kata Paminuddin.

Berdasarkan pantauan di sejumlah ruas jalan utama Kota Kendari, lanjutnya, fenomena kabut asap ini tidak hanya terjadi pada malam atau subuh sebagaimana biasanya, tetapi juga mulai terlihat pada siang hari.

Guna mencegah musibah kecelakaan di jalan raya, Paminuddin menekankan pentingnya penerapan standar keselamatan berkendara, khususnya bagi truk berukuran besar dan kendaraan operasional yang melintas di jalur padat.

Standar keselamatan dengan memasang rambu atau tanda dengan warna mencolok agar pengendara lain lebih jelas terlihat apalagi berkendara pada malam hari.

"Kami mengimbau pengendara, khususnya armada besar yang beraktivitas, agar memastikan sistem perambuan kendaraan berfungsi baik. Penggunaan stiker pemantul cahaya dengan warna tajam seperti kuning, hijau, atau merah sangat penting agar kendaraan di depan atau lawan arah dapat terlihat jelas," ujarnya.

Menurut Paminuddin, pemasangan stiker pemantul cahaya dan penyesuaian jarak aman antar-kendaraan menjadi langkah preventif yang efektif dalam menekan angka kecelakaan di tengah kondisi jarak pandang yang terbatas.

Pihaknya memastikan petugas Dishub Kota Kendari akan terus menyosialisasikan imbauan keselamatan ini secara masif kepada para pengemudi angkutan umum, sopir armada logistik, serta masyarakat pengguna jalan secara umum.

"Kami ingatkan warga dan anak-anak kita agar tidak mengabaikan keselamatan saat berkendara. Mencegah jauh lebih baik agar tidak timbul hal-hal yang tidak diinginkan di jalan raya," ucap Paminuddin.