Angka AQI pada level-level tersebut dikategorikan sebagai "Acutely Unhealthy" atau "sangat berbahaya bagi kesehatan". Pada level ini, DENR-EMB menyatakan bahwa nilai AQI berkisar tim redaksi 201-300 membuat setiap orang merasakan dampaknya secara nyata dan aktivitas di luar ruangan harus dibatasi.

Sebagian besar wilayah lainnya yang dipantau di kawasan Metro Manila mencatat kualitas udara dengan kategori "Very Unhealthy" atau "sangat tidak sehat". Pada level ini, dengan angka AQI berkisar tim redaksi 151-200, otoritas setempat memperingatkan bahwa kondisi kesehatan penderita gangguan jantung dan paru dapat memburuk.

Angka AQI itu didasarkan pada konsentrasi partikulat halus, atau PM2,5 di udara. Partikel-partikel kecil ini dapat menembus jauh ke dalam sistem pernapasan dan menimbulkan risiko lebih besar bagi kelompok rentan.

Seorang fisikawan atmosfer dan profesor meteorologi di Institut Ilmu Lingkungan dan Meterologi Universitas Filipina, Dr Gerry Bagtasa, mengatakan bahwa citra satelit menunjukkan adanya titik api aktif di wilayah Kalimantan bagian barat dan selatan dalam beberapa hari terakhir.

Menurut Dr Bagtasa, pola angin yang tidak biasa membawa asap dari pulau di Indonesia tersebut ke arah Filipina, sehingga memungkinkan polutan untuk melintasi garis khatulistiwa dan mencapai wilayah negara tersebut.