Sementara itu, peluang pertumbuhan awan hujan lebih dari 70% masih ada di sejumlah wilayah, terutama Sumatera bagian utara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku Utara, dan Papua. Dia mengatakan kondisi tersebut mendukung potensi hujan ringan hingga sedang. Selain itu, juga diwaspadi potensi hujan lebat di sebagian wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatra Barat, dan Papua Pegunungan.
"Sementara pola angin pada lapisan atmosfer 925-500 hPa secara umum didominasi angin dari arah timur hingga tenggara dengan kecepatan 5-34 knot. Pola tersebut memengaruhi arah pergerakan dan penyebaran asap karhutla sekaligus berperan dalam proses pertumbuhan awan hujan di berbagai wilayah Indonesia," ujarnya.
Sebelumnya, BMKG menyampaikan sebaran asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sampai ke Jakarta, Banten, dan Jawa Barat (Jabar). Sebaran asap terdeteksi melalui pemantauan citra satelit dan analisis meteorologi.
"BMKG memantau sebaran asap menggunakan citra satelit dan analisis meteorologi. Berdasarkan pantauan terbaru, terdapat indikasi sebaran asap karhutla yang telah mencapai wilayah Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat pada lapisan atmosfer," kata Sekretaris Utama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Guswanto saat dimintai konfirmasi, Jumat (16/10).
Guswanto mengungkapkan penyebab asap karhutla sampai ke tiga provinsi tersebut. Dia mengatakan ada transport asap akibat pergerakan angin.
"Kondisi ini terjadi karena transport asap yang dipengaruhi arah serta kecepatan angin di berbagai lapisan udara," ujarnya.