Untuk mengoptimalkan proses pengeboman air, petugas memanfaatkan kolam di kawasan Kaliandra, Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen, sebagai titik pengisian air (water intake). Pemilihan lokasi ini dinilai memangkas jarak tempuh menuju lokasi kebakaran secara signifikan jika dibandingkan dengan sumber air lainnya. Dalam satu kali sortie atau penyiraman, helikopter mampu mengangkut kapasitas air hingga 1.000 liter.
Selain dekat dengan titik api, posisi kawasan Kaliandra juga strategis karena berdekatan dengan Pangkalan Udara (Lanud) Abdurrachman Saleh, Malang, sehingga memperlancar mobilitas dan proses pengisian ulang bahan bakar armada helikopter.