Rio menjelaskan, ketahanan sistem dibangun melalui lima kapabilitas yang saling menguatkan, yakni digital, people, process, customer, dan ecosystem.

Aspek digital menyediakan data dan visibilitas permintaan; people memastikan kesiapan serta pengambilan keputusan di lapangan; process menjaga disiplin dan konsistensi operasional.

Sementara customer mendorong layanan yang informatif dan dapat diprediksi; sementara ecosystem memastikan seluruh pemangku kepentingan bergerak secara terkoordinasi.

β€œPelajaran penting yang kami bagikan adalah bahwa sistem penyeberangan yang tangguh harus dirancang sebagai kemampuan bersama. Kapal, pelabuhan, petugas, pelanggan, regulator, dan teknologi perlu terhubung dalam satu sistem kerja," tuturnya.

Partisipasi dalam Interferry 2026 menjadi kesempatan bagi ASDP untuk bertukar pengetahuan dan memperkaya perspektif bersama komunitas industri feri global.

Berbagai pengalaman dan praktik yang dibagikan dalam forum ini diharapkan dapat memperkuat upaya perusahaan dalam mengembangkan layanan penyeberangan yang semakin adaptif, andal, berorientasi pada pelanggan, dan berkelanjutan.

Melalui kolaborasi dan pembelajaran lintas negara, ASDP berkomitmen untuk terus mendorong transformasi layanan penyeberangan sebagai bagian penting dari konektivitas nasional serta menjadi penggerak mobilitas masyarakat dan logistik Indonesia.