NADIKABAR.COM — PT ASDP Indonesia Ferry melayani 33 juta penumpang yang melintasi Merak–Bakauheni dan Ketapang–Gilimanuk sepanjang 2025, sehingga memperkuat konektivitas masyarakat serta distribusi logistik antarpulau Jawa, Sumatera, dan Bali.

"Kami mencatat sekitar 33 juta penumpang melintasi dua koridor penyeberangan utama, Merak–Bakauheni dan Ketapang–Gilimanuk, sepanjang 2025," kata Direktur Utama ASDP Heru Widodo terkonfirmasi di Jakarta, Sabtu.

Dia merinci dari 33 juta tersebut, berdasarkan data operasional perusahaan, sekitar 20 juta penumpang tercatat pada lintasan Merak–Bakauheni dan 13 juta penumpang pada Ketapang–Gilimanuk.

Menurutnya tingginya mobilitas tersebut mencerminkan peran strategis kedua jalur dalam mendukung pergerakan masyarakat dan distribusi logistik antara Jawa, Sumatera, dan Bali.

Ia mengatakan, besarnya pergerakan masyarakat pada kedua lintasan menjadi perhatian perusahaan dalam menjaga keandalan operasional dan meningkatkan kualitas pelayanan.

Merak–Bakauheni dan Ketapang–Gilimanuk, kata Heru, bukan sekadar jalur penghubung antarpulau, tetapi juga bagian penting dari pergerakan ekonomi nasional.

"Setiap hari, masyarakat dan kendaraan logistik mengandalkan kedua lintasan ini, sehingga keandalan pelayanan menjadi prioritas kami,” ujar Heru.

Secara nasional, jaringan penyeberangan yang dikelola ASDP mencatat lebih dari 46 juta penumpang sepanjang 2025, dengan cakupan operasional 27 cabang, 320 lintasan, 37 pelabuhan, dan 225 kapal.