Menurut Nana, lintasan Ketapang-Gilimanuk merupakan salah satu simpul transportasi strategis yang membutuhkan perencanaan pengembangan secara berkelanjutan.

Pertumbuhan produksi kendaraan yang mencapai sekitar 5 persen setiap tahun, lanjutnya, turut pula menjadi pertimbangan dalam menyiapkan kapasitas layanan dan infrastruktur untuk kebutuhan jangka panjang.

"Ketapang-Gilimanuk memiliki peran yang sangat strategis bagi konektivitas Pulau Jawa dan Bali, oleh karena itu pengembangannya perlu dilihat secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi kapasitas dermaga, tetapi juga pola operasi, aksesibilitas, pengelolaan kendaraan logistik, hingga konektivitas dengan kawasan sekitar," kata Nana.

"Semua aspek perlu dirancang sebagai satu kesatuan, agar pengembangan yang dilakukan dapat menjawab kebutuhan saat ini, sekaligus mengantisipasi pertumbuhan ke depan," kata Nana.